Sabtu, 03 September 2011

Gejolak

"GEJOLAK"

oleh: Wawe Janet-pada 03 September 2011 jam 1:12
_____Biarkan sejenak ku bercerita pada angin malam ini.. Hening,sekitar rumah tak tampak lagi cahaya beraktivitas. Di pojok ruang tidur ku lepas lelahku sembari mengingat-ingat apa yg membuat ragaku terasa remuk,juga mata begitu berat untuk menatap sesuatu.

_____Tanpa sadar ternyata aku begitu jauh dari orang-orang yang menyayangiku. Di kejauhan sana mereka mugkin sedang bahagia dengan perayaan kemenangan. Ku semakin tertunduk. Tak ingin ku ingat-ingat lebih jauh tentang mreka.

_____Sampai kapan..?
Sampai kapan aku hanya berteman air mata. Boleh saja orang bilang aku wanita payah,tak berguna dan bisanya hanya menangis. Aku lebih tenang dengan kebiasaanku ini.

_____Mau mengadu pada siapa..? Pada Tuhan pun aku malu. Pada dinding kamar pun juga hanya membisu. Pada sahabat atau kerabat..? Enggak..! Enggak lagi aku bercerita tentang kejujuranku
Enggak ingin lagi ku memamerkan kesedihanku. Perjalanan dan kesendirian yang panjang ini sudah cukup mengajariku agar mau bersahabat dengan sifat lapang.

_____Kadang ku tak terima atas apa yang menghakimiku. Di saat ku menjatuhkan hati begitu dalam,Awan pun menulis di langit 'dia bukan untukmu'
Di saat ku teguh menjaga cinta yang sesungguhnya,angin jalanan mengatakan padaku 'kau hanya penipu dan pembohong yg bersembunyi di balik kerinduan'
Dan sela-sela kerinduanku yang dalam pada hangatnya keluarga
Langit hanya menertawakanku karena ini hanya sandiwaraku.

_____Yaa Tuhan,,benarkah pagi segera menghampiriku lagi..? Begitu cepat ku harus di tuntut kesibukan duniawi lagi. Padahal ku masih menikmati kelelahanku. Ku berharap,di ujung malam ini ku tertidur dengan mimpi yang tak lagi membuatku gila. Ku ingin bertemu anugrahmu yang nyata. Semoga fajar mengajakku tersenyum lepas.

Kubiarkan bahagiaku semakin jauh,ku terima dengan lapang jika memang ini jalanmu untukku. Ku jg percaya engkau lebih tau yang terbaik untuk wanita malang seprtiku.


02:07whk
Fri/02/09/11
Di terbitkan: ibaliano noveembra

continue reading

Minggu, 21 Agustus 2011

Sadarkan Duniaku

,,Malamku yang ku sangka membahagiaakan..
Ternyata memilukan hati

,,Pagiku yang ku sangka menyejukan..
Ternyata menggersangkan jiwa

,,Siangku yang ku sangka menghangatkan..
Ternyata selalu membakar harapan

,,Aku serasa tak lagi bisa menulis puisi indah lagi
Setiap ba'it langkahku terpenggal di tengah harapan itu
Keberuntungan yang tak berpihak..
Apakah memang takdir yang sudah di wariskan

,,OOH Tuhanku pencipta segala sifat..
Sadarkanlah semua duniaku
Agar mereka mampu mengartikan kehendakmu
Karna hanya engkaulah..
Yang mampu membuat keindahan itu.
 

ibaliano noveembra
21-8-2011

continue reading

Sabtu, 20 Agustus 2011

Widia

  Widia..
Indah namamu telah menggurat dalam hatiku..
Kau selalu hadirkan kecerahan dalam duniaku..
Kau hembuskan angin sorga dalam jiwaku..
Hingga aku terlelap dalam keheningan taman angkasamu..

  OOH Widia..
Ku sebut namamu selalu..
Dalam setiap hembusan nafasku..


ibaliano noveembra
20-8-2011


continue reading

Selasa, 16 Agustus 2011

Warna

 OH..Hijau..
Kau melambangkan keteduhan
Anggun rupamu menyegarkan isi jagat raya..

 OH..Putih..
Suci bersih kau sandang kewibawaan
Terasa lapang dan jernih kau hadirkan senyumu..

 OH..Kuning..
Terang benderang auramu
terpancar jelas dari namamu..

 OH..Kelabu..
Redup
Remang
Tapi engakau begitu lembut menjadi panorama
Dan selalu indah tatkala di pandang mata..

 OH..Merah..
Gagah rupamu
Terselubung keberanian di pori-pori namamu
Kuat melambangkan keperkasaan..

OH..Biru..
Cantik selalu
Melambangkan keperkasaan alam
Lembutmu..
Keindahanmu..
Membangkitkan Kekuatan mayapada

 OH..Hitam..
Kau begitu gelap
Kau begitu pekat
Kau begitu legam
Tapi..
Kau begitu hebat..
Kau begitu tabah..
Walaupun kau selalu di bawah.


ibaliano.noveembra
16-8-2011



continue reading

Kamis, 04 Agustus 2011

Mengumpulkan Puing Mimpi

Gurat senyum melingkar
Kecil merayu memanjakan hati nan sepi
Menggoda kalbu nan kian kosong merambah hari

Tamanku kian hijau
Tunas-tunas sayang berkejaran menyongsong hari
Seiring irama malam medendangkan siul merdu syahdu

Alampun terang benderang bak mentari yang selalu menemani
Kerinduan datang kehangatanpun tiba
Cinta menyapa sayangpun menjelma

Alangkah bahagia bak terlena di atas bentangan kain sutera
Bunga cantik suci berlari kecil riang menari
Di iringi tatap mata sang mentari
Bungapun tersenyum manja melambai hati yang kian berseri

Siang berganti malam
Terangpun tertutup gulita
Lembaran waktu tak lagi bisa tertulis oleh tinta emas
Puing-puing mimpi itupun terkumpul rapi di taman hati
Dan akan menjadi harapan baru dalam hidup yang haqiqi.


Puisi ini terkhusus untuk Wawe Janet

Karya:
ibaliano noveembra
4-8-2011



continue reading

Jumat, 27 Mei 2011

Kaulah Gadis Ayu Itu

Kaulah Gadis Ayu Itu

oleh:ibaliano noveembra: pada 27 Mei 2011 jam 11:33


Kaulah tepian semangatku..
ayu wajahmu membangkitkan gelora anganku..

kaulah gadis ayu itu..
manja tawamu selalu bermain di taman hatiku..

kaulah gadis ayu itu..
gelora kerinduanku selalu meronta tuk menjemputmu di sana..

Adakah sisa waktu untuku..
alamku semakin gelap tuk mendaki bukit salju itu..
sedangkan aku cuma bisa duduk dan menunduk..

Kaulah gadis ayu itu..
yang selalu aku rindu..
ku titipkan candaku padamu..
ku titipkan meranaku padamu..
tersenyumlah satu kali saja untuku..

Kaulah gadis ayu itu..
aku rindu..
aku menunggu..
aku ingin menghapus linang di matamu..

Kaulah gadis ayu itu..
namamu kan selalu terukir di hatiku..
sampai aku menutup mataku..

Kaulah gadis ayu itu..
Kaulah gadis ayu miliku..
Kaulah gadis ayu yang selalu ku rindu.



27-5-2011-crbn-ibaliano noveembra.

continue reading

Senin, 23 Mei 2011

Kenangan Indah Di Kota Patria

Kenangan Indah Di Kota Patria



Malam semakin larut,,
rintik hujan semakin lama semakin menggenangi tamanku
seakan membuatku semakin menggigil menahan rindu
dan kaca jendela kamar pun,tak mampu lagi
hadirkan indahnya rembulan itu..

Aku terdiam,,
tatkala teringat kenangan waktu itu..
aku terasa hangat,, karena kau genggam erat tanganku
kau lindungi aku dari rintik hujan yang seakan membasahi tubuhku
dan kita berjalan bèriringan,, layaknya sepasang pengantin baru

Tiga menit...
ya,, hanya tiga menit kenangan itu kita ukir
Sayangku,,,aku rindu,,
aku rindu kebersamaan kita,,
aku rindu dengan pesta-pesta kecil kita,,
aku juga rindu dengan cengkramah-cengkramah lucu kita,,
yang kita ukir dan kita lukis di sana..

Blitar,,,ya,,
kota kecil nan elok
banyak mengukirkan sejarah-sejarah indah
dan di situlah sejarah cinta kitapun terukir abadi


.
Oleh:Wawe janet/Casa Brava-23-5-2011/Penerbit:ibaliano noveembra

continue reading